Langsung ke konten utama

Ampunan dan Hukuman Tuhan dimana?



Tuhan  Maha Adil, pernyataan seperti itu mungkin akan banyak disetujui dan tentu sedikit penolakan bila pun ada. Begitu juga Tuhan Maha Pengampun, yang memberi pengampunan atas dosa – dosa hambanya  sebagai jawaban atas doa yang telah dipanjatkan. Di sisi lain, keyakinan bahwa setiap perbuatan akan dituntut pertanggungjawabannya juga tidak dapat ditolak keberadaanya. Bahkan hali itu menjadi dasar adanya kepercayaan kehhidupan setelah kematian, dimana hasil setiap perbuatan di dunia dinikmati. Lalu bagaimana bila perbuatan buruk atau dosa yang telah kita sadari dan mohon ampunkan lalu Tuhan mengampuni (setidaknya dalam keyakinan), apakah kita juga akan tetap yakin  mendapat hukuman dari dosa tersebut setelah  kematian ? Lalu bagaimakah bila semua dosa terampuni, masih yakinkah akan tetap adakah tempat pertanggungjawaban dosa seperti Neraka?

Mahabharata telah menjawabnya. Bahwa kebanyakan  dosa akan diminta pertanggungjawabannya dan sebagian lainnya tidak. Tuhan memberi keadilan dengan menghukum pelaku dosa juga menunjukan kemurahannya dengan memberi anugerah pengampunan sebagai sifatnya Maha Pengampun. Ada dosa yang terampuni, ada dosa yang tak terampuni.  Begitulah ketika Pandu menjelaskan tentang pengampunan Rama atas perselingkuhan Dewa indra. Ada Dosa yangTuhan langsung ampunkan hanya dengan memohon ampur dan ada Dosa yang hanya bisa diampunkan dengan hukuman. Tergantung dosanya, kalau dosanya itu karna kesalahan, maka cukup dengan mohon ampun tapi jika dosanya itu kejahatan maka perlu diberi hukuman (neraka). Pandu mengakhirinya denganmenyatakan  bahwa tidak semua dosa itu harus diberi hukuman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Weda Sebagai Sumber Hukum Hindu

A. Pengertian Weda Weda merupakan kitab suci agama Hindu. Weda terbagi atas dua kelompok besar / samhita, yakni kitab Sruti dan Smerti. Kitab Weda Struti terbagi atas tiga kelompok yang terdiri atas kitab Mantra, Brahmana dan Upanisad. Masing-masing kelompok ini dibagi lagi atas sub-kelompok kitab. Kitab sub-kelompok Catur Samhita Weda yang paling dikenal oleh umat Hindu yakni Rg Weda, Sama Weda, Yajur Weda dan Atharwa Weda terdapat di dalam kelompok kitab Mantra Sruti. Kitab Weda Sruti Brahmana terbagi lagi dalam sub kelompok kitab Aitareya, Kausitaki, Tandya, Taittirya, Satapatha, Gopatha, dll. Kitab Weda Sruti Upanisad terdiri dari atas sub kelompok kitab Prashna, Mandukya, Chandogya, Kathawali, Isawasya, Pasupata dan lain-lain. Kitab Weda Smerti terbagi atas tiga sub kelompok juga, yakni kitab Wedangga, Upaweda dan Agama. Kitab Smerti Wedangga terdiri dari enam buah kitab, yakni kitab Siksha, Vyakarana, Chanda, Nirukta, Jyotisha, dan Kalpa. Kitab Smerti Upaweda terdiri atas ...

Hubungan Antara Kesenian dan Agama

            Einstein menyatakan bahwa antara agama, seni dan ilmu memiliki keterkaitan dalam membangun hidup dan kehidupan manusia secara utuh. Agama mengarahkan hidup manusia, seni menghaluskan hidup, dan ilmu bertujuan memudahkan hidup manusia. Ketiga hal ini merupakan landasan budaya bagi setiap masyarakat yang religius atau mendasarkan dirinya pada nilai-nilai agama. Hal ini sejalan dengan definisi kebudayaan sebagaimana disampaikan oleh Koentjaraningrat (2002:9) bahwa kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu. Kebudayaan memang merupakan sesuatu hal yang kompleks sehingga terlalu sulit untuk didefinisikan, bahkan beberapa orang mengidentikkan antara kebudayaan dan kesenian. Dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali, antara agama dan kesenian atau seringkali dikatakan dengan kebudayaannya sangat sulit untuk dibedakan...

Astangga Yoga dalam Gerak Tubuh

Yoga memiliki delapan komponen yang dikenal dengan istilah astangga yoga. Delapan komponen itu adalah: yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi. Di dalam yogasutra adhyaya II sloka 29, menyebutkan: “ Yama niyamasana asanas pranayama pratyahara dharana dhyana samadhys stavanggani” Yang artinya:  yama, niyama, asana, pranayama, pratyahara, dharana, dhyana, dan samadhi, inilah semua delapan bagian ajaran yoga . Delapan tahap ajaran yoga ini, merupakan tangga untuk mengendalikan diri dan sekaligus merupakan aspek etika dalam ajaran yoga. Di bawah ini diuraikan masing-masing bagian astangga yoga tersebut, yaitu: 1.       Yama Yama adalah pengendalian diri tahap pertama atau awal dan menampakkan pengendalian diri. Pada tahap ini latihan diawali dengan tingkah laku yang penuh cinta kasih (ahimsa/ tidak menyakiti). Tujuan dari tahap ini adalah melatih menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta kasih seseorang se...